Rabu, 06 September 2017

:: DUKA ROHINGYA ::

ini adalah api
memanggang tubuh
hingga kering mengarang
masa kanak melayang hilang
tangis membakar seluruh kenang
aku hanya menulis
karena perih merintih
pemandangan tak lazim
wajah malaikat tanpa dosa
binasa ditelan egois orang dewasa
aku hanya memandang wajah manusia
tanpa melirik latar ras agamanya
dimana nurani bertahta di jiwa
darah tak lagi berharga
nyawa seharga daun
tubuhtubuh lemah
hak menjadi ampas
riuh mendera rasa aman
kepercayaan bukan tanda seru
lalu elang elang datang memangsa
derita memupuk menimbun bumi
do'a melangit lalu hujani derita
subuh bukan lagi tawa riang
duha pelarian dan buronan
sesak merambah dada
anak anak menagih tawa
memumguti canda yang tercecer
menjadi abu derita dan nestapa
rohingya dukamu duka anak bangsa
dan perjuangan bukanlah batu nisan
bekasi, 2.09.17

0 komentar:

Posting Komentar