Selasa, 16 Mei 2017

JEMBATAN PENYEBRANGAN

kita tak pernah menghitung langkah
pada setiap lintasan jalanjalan
lorong lalu penyebrangan
waktu;  setia mengantar

kita tak pernah ragu
melantangkan puisipuisi
menyusun diksi di separuh nafas
lalu tawa pecah melampoi wajah kita

cibinong, 16. 05. 17

Selasa, 09 Mei 2017

:: WAJAH SUBUH ::

fajar masih menyisakan rindu
tentang wajah malam yang teduh
kokok ayam menyela tanda subuh
jingga magenta membayangi langit

entah ini subuh keberapa
mengabarkan geliat hidup
setia menyapa walau kita acuh
tak hirau adzan memanggil riuh

apakah kita masih menarik selimut
membebat tubuh dengan gumul dusta
sementara shalat pertama musti didirikan
mencakar semua kemustahilan yang dihadirkan semesta

rindu tak berpaling
resah hanya sekelebat ingin
yang lewat terkadang menjadi beku
sesal datang dikemudian ketika dzuhur datang

Oh jiwa yang tenang
air mata pembangun khusyu
ketika alif bertemu dengan lam tasjid
dan hu mengakhiri ucap dan lafadzlafaz
kecamuk mengalir mengikuti alirannya,  cahaya di jiwa

setu,  8. 05. 17

Rabu, 26 April 2017

:: Aku Ingin Ibu ::

Sesederhana apa pun seorang ibu,  Ia adalah tetap sosok yang dirindui.

"AKU INGIN IBU" gumamnya!
"Tapi kemana ibuku? 
Perang membuat aku menjadi yatim piatu! "
Bumi terbakar kesumat dendam
Langitku meleleh darah
Sungai bergolak amarah
Dan aku;
Tercerabut harapan
Kecewa
Lara
Rindu ribuan kali

Jumat, 01 November 2013

:: Isya ::

membuka tirai isya'
masih ada isak tangis
tertulis di lembar daun kamboja
setetes tinta melukis tragis

menyulam amarah dalam darah
amuk luka diantara nadi
biar semua terbalut kafan merah
terbujur kaku di pangkuan duri

额第四可测哇
30。10。13

:: Dhuha ::

pagi bergulir tanpa ragu
dalam gigih jiwa menepis belenggu

tetaplah berdiri walau rapuh menyapa
gelarlah selembar mushaf di waktu dhuha

menekuni langkah di serambi waktu
bersa'i antara fajar subuh hingga dhuha menyapa rindu...

~~ Ummi ~

Senin, 21 Oktober 2013

:: Bait-bait Rindu ::

di tapal batas 
menulis bait bait rindu
bertinta air mata syahdu

buncahan cinta
beri setitik cahaya
dalam gulita tak berkesudahan

walau lidah kelu
tangan menjadi kaku
izinkan ku melukis wajahMu
dalam bening hening sajakku

izinkan ku melepas rindu
di altarMu dalam tangis tergugu
dalam bilangan cintaMu, aku bisu

Wujud..
Qidam
Baqo
Muhallafatu lilhawaditsi
Qiyamuhu
Binafsihi
Wahdaniyah
Qudrat
Iradat
Ilmu
Hayat
Sama
Basyar
Qalam
Qodiran
Muridan
Aliman
Hayyan
Sami'an
Basyiiran
Mutakkaliman

:: Hujan ::

hujan basahi bumi
menyentuh hati
kilat cemeti
sunyi ini
sudahi
janji
dini
ni'i
ni
i!
!

:: Hijau Senja ::

mengenang hijau senja
mereguk kerinduan

melipat memori pada rona saga
di balik mekar bunga bunga euporbia

meletakkan segala rasa di bebatuan tanpa rupa
berteriak pada langit terselip diantara mega mega

akankah cerita ini menjadi buku
atau hanya kepul asap yang hilang diterpa angin

jerit itu semakin lengking terbawa elang
membawa binar mata yang tak lagi teduh

mungkin ku tak mampu
memberi renjis tulus padamu

karena aku
bukanlah samudra kesabaran

~~
Lubuy. 20.10.13

:: Melukis Wajahmu ::

begitu rindu bergumul dalam jantung
ingin menatap senyum indahmu

tik... tik... tik....
air mata jatuh satu satu

baru kemaren menimangmu
kini kau menjelma menjadi kupu kupu

tak pernah kau tahu
jauh di lubuk hatiku ku ingin selalu memelukmu

ku punguti tetes tetes embun
ku lukis wajahmu dalam balutan kerinduan

hilyaku
bidadariku

:: Mentari Pagi ::

masih dapat ku sapa mentari
penghias indah pagi ini

tergolek menatap tirai jendela
seberkas rona jingga telah menyapa

ada sepotong kenang yang tertelan
diantara serak kertas di peraduan

tersenyum pada embun yang bertandang di dedaunan
suara prenjak bertengger di dahan mangga

bercerita tentang menit menit pagi yang akan pergi
mengantar siang ke pelukan senja di balik perigi

dan aku
masih menunggu pelangi menghampiri
membawakan selendang bidadari
mengajak terbang dan menari

jika esok masih tersisa nafas
ku akan melukis wajahMu dengan putih puisiku...