Senin, 30 Januari 2012
::Di pintu-Mu::
bersimbah peluh dalam luruh
menghabiskan hujan mata air
di pintumu~Mu aku mengetuk
memintal sutera pengharapan cinta
gemuruh hati dalam rindang
melepas segala penat penuh kidung rindu
biarkan aku bersimpuh memujamu
biarkan aku menangis karena ku merindu
hati ini penuh jelaga
jiwa ini penuh luka dan rana
Kau tetap tersenyum menyentuh sukma
mengiringi segala jiwa menghiba rasa
gapai hatiku dalam samudra kasih~Mu
membelai pada angin sejukkan persada
bawa aku dalam nikmat dekat bersama~Mu
menghampar hijau pada bening telaga kasih~Mu
Engkaulah AlWasin di pusaran waktuku
~~ummi~~
::Titian Cinta::
menghampar dalam semburat langit
perasaan mengikuti rona dan bias mentari
limbung segala rasa
melemah jiwa dalam segala asa
menapaki jalan terjal
meniti pada titian hingga tertatih letih
ku ingin membisu seribu hati
tak bergeming dan tak berbisik
mata ini kian nanar
melukis ceritapada sendu altokumulus
membait sejuta kisah dalam perjalanan
melewati lembah lembah lindap cahaya
terkadang sinar mentari tak menyentuh hati
menerlantarkan perasaan
menepi hampir goyah
berjalan sedikit rapuh
dalam titian cinta ku berteduh
menyebrangi jembatan rasa kala luluh
~~ummi~~
::Halimun Senja bersama-Mu::
rerumputan dan ilalang mulai berbisik
nyanyian burung senja tak terdengar samar
anak anak walet mulai pulang ke peraduan
surya mulai temaram, dan malu untuk tersenyum di senja ini
halimun berjalan perlahan menuju lereng lereng gunung
melewati lembah lembah, sungai dan ngarai
membalut senja ini dengan segumpal dingin yang membisu
terpesona aku dalam tatapan jingga merona
kuasa~Mu pada jiwa alam raya
pada ruh yang bergelombang di antara nadi
semakin ku puja, semakin terasa
pada pekik senja aku diambang nestapa
namun hadir~Mu menghampar surgaloka
sejuta hadirku tak pantas, walau hanya di pelataran senja~Mu
ku inginkan Engaku datang menemuiku
dan ku ingin berbisik pada senja bahwa aku sangat mencintai~Mu
ku ingin hadirmu, dalam adaku di rona senja ini
dalam perjalananku, menemaniku dalam setiap detak jantungku
ku pasrahan segala perjalananku atas kuasa~Mu
bermunajat lirih pada segala kehendak~Mu
Kau seperti nyanyian memanggil sukma perindu
dalam bening halimun senja biarkan ku memanggil rinduku pada~Mu
Kau selalu ada dalam bening telaga waktuku
membuka tabir hening di tepian waktu
~~ummi~~
::Senja di kota kembang::
semburat rona jingga di atas cakrawala
masih tersisa tetes tetes hujan langit penuh mengh
altokumulus menghiasi angkasa senja
bergumpal, berarak menyanyikan kidung senja
halimun mulai turun diantara jajaran pegunungan
purbaleunyi cipularang membalut senja yang mulai bening
termangu aku dalam kronologi waktu ini
ku pandang kanvas kaca yang mendingin
diantara kesendirian dan hening para penugmpang
ku ingin menyapa senja dalam lindap lembah dan pegunungan
seuntai kata manis ingin ku senandungkan
keindahan hijau pegunungan
sapa senja berbalut kasih
untuk sahabat semua
izinkan setangkai bunga mengecup senja beranda
agar keharuman tercipta dalam rona senja
~~ummi~~
::Kuncup di hati::
tumbuh jingga dalam diri
menari bersama rasa, mengikuti sentuhan sukma
memupuk seberkas gelisah menggelisah
menanam bunga pada altar jiwa
kuncup kuncup bunga mulai tumbuh di ladang jiwa
menebar ke seluruh taman hati
petik kuncup kuncup bunga
letakkan dalam cawan manis di sisi hatimu
agar dia mekar abadi, harum mewangi
selaksa kasturi para bidadari
menemanimu dalam segala sepi
menghiburmu kala luka hati
membalut segala perih dengan kelembutan kelopaknya
membebat jiwa kala hampa mendulang asa
karena harapmu selalu ada dalam wangi bunga
~~ummi~~
::Cakrawala senja::
memandang cakrawala penuh jelaga
menyimpan seberkas misteri saat senja tiba
ku rangkai aksara dalam rona senja yang makin temaram
melukis namamu pada gumpalan awan yang berarak
memahat wajahmu yang semakin sendu pada pucuk langit
tertuang sederetan kalimat rindu yang mulai menggumpal angan
biarkan ku menari bersama syahdu rinduku pada glomus bumi
berbisik pada angin, agar kau merasakan sentuhan rinduku menerpa hatimu
senja ini memetik jingga lindap bersama sunyi menyendiri
dalam rintik hujan, semai kabut sutra ungu
membelai hati pada selimut kerinduan yang semakin membuncah
dalam dekap sang waktu yang tak pernah terganti
rindumu selalu ada saat senja di cakrawala
~~ummi~~
Jumat, 27 Januari 2012
::Belenggu::
Berjalan di padang tandus
Berdiri diatas belukar berduri
Berlari diantara belati belati
Tertidur diatas kerikil kerikil tajam
Ku bingung………………
Ku ragu…………………….
Ku cemas………………….
Ku bimbang…………………
Ku sedih……………………….
Hati hancur……………………..
Dalam dekap waktu yang tak pasti………
Remuk redam…………………….
Teriris…………………………………..
Tersayat sayat…………………………
Sakiiiiiit…………………………………
Penuh sembilu
Onak ……….
Duri ………..
Ranjau……
Ketika hati ingin berpaling, ada tanya dalam jiwa
Bagaimana umat ?
Ketika diri ingin pergi menghindar, ada tanya dalam sukma
Bagaimana umat?
Saat mata ingin ditutup, ada teriakan dalam mata hati
Bagaimana dengan umat?
Rasa ini ingin tak perduli lagi, ada detak dalam jantung
Bagaimana dengan umat?
wahai jiwaku…………..
Berteriaklah sekuat teriakan suara
Wahai hatiku…………….
Menjeritlah sekuat jeritan di tenggorakan
Wahai ruhku………………..
Menangislah sekuat isakan tangisnya
Wahai diriku…………………..
Bersikaplah tenang setenang angin yang berhembus
Wahai seluruh yang ada didiriku…………
Sebutlah Asma Tuhanku dengan segala pengharapan dan
ribuan do’a doa yang selalu di perdengarkan disetiap helaan nafas, denyut nadi, dan pacu jantung……….
Wahai kulitku yang merasakan segala rasa ……..
Nikmatilah segala rasa diluar sana, agar dirimu lebih peka akan keadaan dunia…………..
Rasakan, tangisan yang terisak diantara mata dan air mata…………….
Rasakan, kekecewaan yang pedih dalam hati……………...
Rasakan, penderitaan yang menyakitkandalam jiwa…………
Rasakan, kelaparan yang keroncongan dalam lambung yang terdalam
Rasaka, kehausan yang melengketkan kerongkongan
Ambil seutas tali hikmah diantaranya………..
Akan tertera jelas apa makna dibalik semua……..
~~ummi~~
::Sambut pagiku::
Mentari pagi mulai merayap pada waktu
Menghangat baluri tubuh ini dengan cahaya
Bermandi cahaya pagi penuh pesona
Ku pandang jauh di langit yang tak bermega
Ku kedangar sesayup sapamu memanggil di kedalaman sukma
Selamat pagi cinta, selamat pagi rindu, selamat pagi persadaku....
Ku tulis layang jingga pada hatimu yang semakin jauh
Membeku diantara bebatuan dan karang karang di lautan
Ku arungi samudra aksara tuk menjumpaimu
Pada pasir yang berbisik ku bisikkan sejuta kata untukmu
Ku bentangkan kanvas biru pada cakrawala
Ku teriakkan kalimat kalimat syahdu hingga langit ke tujuh
Pada topan dan beliung yang berteriak pada pusaran alam
Ku ingin menitipkan salam yang terlukis pada hembusannya
Pada pegunungan yang menjulang penuh ketenangan
Ku pahat seluruh kata hatiku agar tereja pada pagi dab senja
Kau lenyap bagai di telan bumi
Sirna bersama pusaran waktu
Entah di ujung mana kau bersemayam
Dalam waktu yang tak lagi mau tersungging
Biarlah semua hanya beludru beludru pagi
Sambut pagiku dengan rekah senyummu yang selalu tersembunyi
Ku tahu kau mengikutiku pada setiap aksara yang terhampar
Namun kau tetap bersembunyi pada tabir sutera
Sampai kapan, tintamu tak mau lagi berkata
Sampai hati membilang dalam kidung kidung tanpa syair
Biarlah senyum ini mengembang
Selamat pagi sahabat hatiku
~~ummi~~
::Tragedy Sarah dari Lubang Buaya::
Sarah, kembang desa yang elok rupawan
Wajahnya penuh senyum menawan
Putri malu yang selalu bersembunyi di balik jilbab biru beludru…………..
Kecantikannya mengundang rasa dan asa
Manis senyumannya menggoda hati tuk memilikinya
Kepolosannya menggoda penasaran para pemburu pemburu rasa yang ingin mengusai hatinya.
Keharumanya semerbak bagai mawar berduri yang tak pernah di jamah
oleh tangan tangan jahil yang ingin mengisap sari madunya.
Tiba pada suatu masa yang telah ditentukan
Pangeran penguasa negri Lubang Buaya meminang tuk di persunting menjadi istrinya
Hati perawan gegap gempita penuh kebimbangan
Antara percaya dan tidak percaya
Menerima atau menolaknya
Menerima takut
Menolak pun takut
Penawaran hati yang tak pernah bertepi
Permintaan orang orang sekitar yang terus memburu buru sebuah keputusan final yang tanpa ada keleluasaan hati tuk bercermin ataupun merenung.
Oh…..hatiku yang penuh jiwa
Aku hanya mengangguk ia
Tak dapat berkata kata
Hanya satu inginku adalah kalimat bahagia tuk diri dan sederetan sanak keluarga.
Hingga tiba pada sebuah pernikahan yang tak pernah diduga duga dan di nyana nyana.
Sekelumit rasa dalam isak hati yang penuh tanya
Sederetan kata berkecamuk dalam dada yang hampa
Benarkah semua ini tlah terjadi
Pangeran Lubang Buaya tlah menyuntingku
Kini Sarah menjadi seorang Ratu dari negri Lubang Buaya
Perkawinan ini menyisakan sebuah tanya yang terus bertanya………….
Menyisakan sebuah kecemburuan yang cemburu dan tiada berkesudahan……..
Menyisakan ejekan terselubung dalam selimut selimut perkawanan
Menyisakan cemoohan hingga terdengar keseluruh negeri Antahberantah…….
Menyissakan hinaan yang terus menggerogoti hati yang penuh rasa dalam jiwa…….
Hingga akhirnya menyisakan derita di atas derita yang tak pernah terucap, tetapi berkelap kelip diantara relung relung hati dan relung relung jiwa.
Malam pertamaku selalu jadi sengketa
Malam pertemuanku dengan sang pangeran selalu menjadi bahan perbincangan.
Hingga kabar kehamilanku menggemparkan bumi Lubang Buaya….
Ada hati yang tak dapat menerima
Ada jiwa yang meronta
Ada tanya disetiap selubung jiwa
Ada rona yang membara dalam keangkuhan …
Ada yang tak dapat menerimanya……
Ini mengundang tanya
Mengapa……..
Mengapa…..
Mengapa...
Kini, aku Sarah permaisuri sang pangeran
Yang tak pernah berkata kata
Tak pernah bercengkrama
Tak pernah dilihat walau hanya sebelah mata
Tak pernah ada kasih sayang walau seteguk
Walau aku telah berbadan dua
Mengapa tubuhku hanya dipenuhi oleh kesalahan dan kesalahan …..
Kesalahan kesalahan yang terus menyelimuti seluruh tubuhku hingga tubuh ini divonis sebagai pendosa
Aku tak mengerti……
Aku tak tahu apa apa……
Mengapa aku yang dizolimi,
Aku yang dihianati
Aku yang disakiti
Aku yang didustai
Aku yang teraniaya
Aku yang hancur seluruh hati dan perasaanku ,
Aku jua yang menanggung segala culas dan tudingan tudingan………….
Enam bulan usia kandunganku,
Badai belum jua berlalu dari pandanganku
Jiwa ini tertekan…..
Hati ini miris memohon belas kasihan
Janin ini butuh perhatian dan kasih sayang
Tapi apa yang ku dapat???
Hati yang penuh tekanan
Jiwa yang penuh derita dan kesakitan
Hingga kekuatanku tak mampu lagi bertahta
Kesabaranku tak mampu lagi berdiri
Ku terkulai tak berdaya…
Bersimbah darah …..
Aku ingin marah……
Aku ingin mengadu….
Aku ingin menjerit….
Dan ku ingin berlalu dari segala derita yang menggelayut dalam dada
Ku ingin membuang segala amarah yang bercokol dalam jiwa
Ku ingin damai dalam keikhlasan dan doa doa.
Tuhan…………….
Hadiah apakah yang hendak Kau limpahkan kepadaku dengan cobaan yang hampir menyeretku ke jurang ketidak sabaran ??
Beri aku setetes kekuatan dan kebahagian tuk hari hariku yang terus bergulir hingga akhir waktuku.
Jika ku boleh berpesan kepada sang Raja
“Aku hanya rakyat biasa, tapi perbuatan paduka bagai bisa yang telah meracuni
seluruh jiwa dan hatiku, berhati hatilah paduka bisa itu dapat berbalik kepada paduka,
Bisa itu dapat mengalir ke seluruh aliran darah dan nadi paduka, dan bisa itu dapat menghancurkan hati, jiwa, raga, perasaan, dan nurani paduka
Karena bisa dapat membinasakan semuanya”.
~~ummi~~
Langganan:
Postingan (Atom)



