Senin, 21 Oktober 2013

:: Bait-bait Rindu ::

di tapal batas 
menulis bait bait rindu
bertinta air mata syahdu

buncahan cinta
beri setitik cahaya
dalam gulita tak berkesudahan

walau lidah kelu
tangan menjadi kaku
izinkan ku melukis wajahMu
dalam bening hening sajakku

izinkan ku melepas rindu
di altarMu dalam tangis tergugu
dalam bilangan cintaMu, aku bisu

Wujud..
Qidam
Baqo
Muhallafatu lilhawaditsi
Qiyamuhu
Binafsihi
Wahdaniyah
Qudrat
Iradat
Ilmu
Hayat
Sama
Basyar
Qalam
Qodiran
Muridan
Aliman
Hayyan
Sami'an
Basyiiran
Mutakkaliman

:: Hujan ::

hujan basahi bumi
menyentuh hati
kilat cemeti
sunyi ini
sudahi
janji
dini
ni'i
ni
i!
!

:: Hijau Senja ::

mengenang hijau senja
mereguk kerinduan

melipat memori pada rona saga
di balik mekar bunga bunga euporbia

meletakkan segala rasa di bebatuan tanpa rupa
berteriak pada langit terselip diantara mega mega

akankah cerita ini menjadi buku
atau hanya kepul asap yang hilang diterpa angin

jerit itu semakin lengking terbawa elang
membawa binar mata yang tak lagi teduh

mungkin ku tak mampu
memberi renjis tulus padamu

karena aku
bukanlah samudra kesabaran

~~
Lubuy. 20.10.13

:: Melukis Wajahmu ::


begitu rindu bergumul dalam jantung
ingin menatap senyum indahmu

tik... tik... tik....
air mata jatuh satu satu

baru kemaren menimangmu
kini kau menjelma menjadi kupu kupu

tak pernah kau tahu
jauh di lubuk hatiku ku ingin selalu memelukmu

ku punguti tetes tetes embun
ku lukis wajahmu dalam balutan kerinduan

hilyaku
bidadariku

:: Mentari Pagi ::

masih dapat ku sapa mentari
penghias indah pagi ini

tergolek menatap tirai jendela
seberkas rona jingga telah menyapa

ada sepotong kenang yang tertelan
diantara serak kertas di peraduan

tersenyum pada embun yang bertandang di dedaunan
suara prenjak bertengger di dahan mangga

bercerita tentang menit menit pagi yang akan pergi
mengantar siang ke pelukan senja di balik perigi

dan aku
masih menunggu pelangi menghampiri
membawakan selendang bidadari
mengajak terbang dan menari

jika esok masih tersisa nafas
ku akan melukis wajahMu dengan putih puisiku...

Minggu, 13 Oktober 2013

:: Fuse in the Garden of Love Script ::

unreadable series of letters in the papers on the horizon
read the wording into a story

enthroned elegy and feel full of love
in the physical world is full of letters, etched in between the sheets of paper

the sun shines bright, warm veil of life in color
The cool breezy wind that scratched when every heart,

amazed at the white clouds that spell
a sentence of love, carved a name and a beautiful face

echoed throbs your heart shining in the corner angle cloudy
your line formations on top of the mountain

I read your story up to heaven
the endless beautiful, until I collapsed liver

lay flowers blooming in a million characters
scent on every word, fragrant to the heart

feelings welled up into seventh heaven
you got to fly up to my tuk could not say the word

looked at all the beauty in verbal implication
decomposes love to hear all the noise in the cool clear lake nirvana ............

talked, joked in a row of characters
smiling crying in the droplets of ink droplets

you take my fingers dance across the canvas of glass
persuade the day that the indeterminate

took in all the stories of life in a world of words
and you were always there in a row of characters

chatting with time in the park script
making love in love with words that are spelled

~~ummi~~

Kamis, 18 Oktober 2012

::Mengikat Hatiku Pada Bumi::

Biarlah terbina pada luasa
Biarlah terjalin pada jantera
Biarlah terikat pada satu ikrar
Biarlah terkunci pada lisan dan kata

Selubung atmosfir cintamu menyelimuti hati
Adakah ini ada dalam biduk hidup
Menggaris kehidupan ini pada langit biru
Biarlah senyum ini tertambat dalam sukmamu

Kau tempatkan aku pada kemulyaanmu
Kau hadirkan aku di sisi batinmu
Menyanjungku dalam lautan kata
Memujiku pada samudra aksara
Menawan dalam segala cerita-cerita

Adakah ada kehidupan ke dua
Tertera pada lontar-lontar cinta
Menggores tinta pada kehidupan yang tak lagi maya…
~~ummi~~

::Melati di Hati::

bila kata terucap, aksara terlukis
kalimat terbaca, janji terikrar

di tengah katulistiwa cinta
beradu antara nestapa dan kebingungan

derai hujan pagi ini berkalang kabut
merajai hari yang semakin lindap di perbukitan pagi

terlintas wajah yang sayu, kuyu dan memelas
memohon permohonan sebutir kasih

meminta setetes bening embun pagi
dalam prahara hati, membias sejuta misteri kasih

jangan biarkan air matamu jatuh membasahi bumi
karena ku tak mampu mengembalikan suci air mata

biarlah pagi berbalut hujan membasahi hati
melekang angan di bawah padang hijau pagi hari

jangan biarkan dirimu berjanji pada waktu
untuk sesutu yang tak tentu, menghampiri hati nan membiru

letakkan melatih putih kasihmu di sanubariku
agar kau tetap hidup dan mengharumi persada hatiku

~~ummi~~

::Jelita hati::

menyibak kelambu jiwa
menguak tabir kelembutan

terbias cahaya terang pada satu paras cinta
merindu di setiap helaan nafas
memanggilmu di setiap denyut di jantungku

ya Nabi salam alaika
ya Rasul salam alaika
ya habib salam alaika
sholawatulloh alaika
ya habibi ya Muhammad
ya arulsal holfikoini
ya muayyad ya mumajad
ya imamal qiblataini

duhai Nabi permata hatiku
salam sejahtera bagimu

duhai Rasul, jelita hati...
salam kerinduan terdalam dari hatiku

duhai yang tercinta....
yang mengalir di setiap aliran darahku
salam kecintaan dari sanubariku.....

air mata ini mengalir jatuh satu satu...
menebar sejuta rinduku padamu

seuntai kata cinta di balik kelambu hatiku
izinkan aku tuk bertemu denganmu...

duhai Rasul kekasih Allah sejati.....
izinkan aku tertidur di maqommu

mengucap salam dihadapanmu
menyentuh pusaramu dengan jemariku

menaburkan ribuan do'a untukmu
dan ku ingin kau akui aku sebagai ummatmu

hingga nafas terakhirku
menjumpaimu dengan senyuman termanis saat ajal menjemput nyawaku....

~~ummi~~

::Hujan dalam mobil::

Ku tatap langit putih
Hujan meleleh pada dinding kaca mobil

Bening, sebutir sebutir
Jatuh satu satu

Pucuk pucuk hijau pegunungan
Anak gembala menghalau sapi sapinya

Teriakanku hilang di telan hamparan hijau persawahan
Halimun mulai turun menyelimuti lereng, lembah dan pegunungan

Hati ku mulai sunyi
Sunyiku mulai sepi

Sepiku menari di ujung hati
Bersama mentari senja ku ikuti langkah kecil ini

Mengejar bayangmu dalam nyata
Mengejar mimpimu dalam fana

Adakah pelabuhan hati terhampar pada hijau pegunungan
Adakah bersemi cinta bersama kuntum kuntum edelways

Penuh cinta…
Penuh kasih…

Dalam balutan senja
Mahameru biru

Sebening telaga cinta
Sewangi kasturi para bidadari

Pemilik keabadian cinta sejati
Dalam damai bersenandung

Di senja penuh cinta
Izinkan lissan berucap lirih

Berbisik pada kelembutan hati
“aku cinta padamu”

~~ummi~~